Sejarah Desa

ASAL USUL ATAU LEGENDA DESA MANGUNLEGI

Tertulis atau terdengar cerita konon katanya Desa Mangunlegi merupakan suatu hamparan yang luas. Dimana hamparan tersebut banyak ditumbuhi oleh semak belukar dan rerumputan yang sangat lebat sekali. Akan tetapi rumput yang tumbuh di hamparan tersebut  bukan rumput biasa melainkan rumput yang bernama rumput Kolonjono.

Khasiat rumput Kolonjono adalah apabila dimakan ternak maka pertumbuhan dan perkembangbiakan ternak sangat cepat sekali. Melihat kondisi tersebut peternak-peternak yang terdapat disekitar dataran itu sangat tertarik. Salah satu peternak yang tertarik merupakan seorang Demang di Pati Pesantenan yang bernama Demang Khunting.

Demang Khunting mempunyai ternak gajah yang sangat banyak sekali. Karena penasaran akan khasiat dari rumput Kolonjono, Demang Khunting menyuruh abdinya untuk mengambil rumput yang ada di dataran tersebut. Ternyata khasiat dari rumput Kolonjono benar adanya. Ternak gajah Demang Khunting menjadi gemuk dan besar. Melihat kejadian yang begitu mengherankan ini membuat Demang Khunting melarang abdinya mengambil rumput Kolonjono lagi, tetapi Demang Khunting sendiri yang membawa ternaknya ke dataran tersebut.

Sesampainya di dataran tersebut, Demang Khunting terkejut, karena dataran luas tersebut telah dipenuhi oleh ternak-ternak sehingga dataran itu digunakan sebagai pangonan orang-orang yang mempunyai ternak termasuk juga tempat pangonan ternak gajah milik Demang Khunting. Karena melihat dataran tersebut digunakan sebagai Pangonan, maka dataran tersebut dinamakan DESA MANGONAN.

Semakin hari banyak peternak yang menggembala di dataran tersebut sehingga rumput Kolonjono yang tumbuh di dataran itu semakin habis. Para peternak mulai membawa ternaknya menuju ke barat, akan tetapi peternak tidak menemukan rumput Kolonjono melainkan pohon-pohon asam. Para peternak yang lapar mengambil buah asam dan memakannya. Alangkah terkejutnya para peternak yang mendapati buah asam yang dimakannya tidak asam sama sekali. Merasakan hal yang sangat aneh karena dataran tersebut hanya ditumbuhi pohon asam dan buah asamnya manis (legi) sehingga dataran tersebut diberi nama DESA ASEMLEGI.

Karena Desa Asemlegi wilayahnya tidak begitu luas dan penduduknya hanya sedikit maka Desa Asemlegi menggabungkan wilayahnya dengan Desa Mangonan. Dan untuk pengambilan nama Desa merupakan gabungan dari nama kedua Desa tersebut. Desa Mangonan diambil MANGUN sedangkan Desa Asemlegi diambil LEGI sehingga menjadi DESA MANGUNLEGI.

Demikianlah Desa Mangunlegi yang dulunya hanya sebagai Pangonan ternak yang hanya ditumbuhi rumput dan semak belukar, karena perkembangan keadaan sehingga Desa Mangunlegi menjadi Desa Pertanian yang cukup maju hingga sekarang yaitu Pertanian Tambak dan Sawah.

 

NAMA-NAMA DEMANG/LURAH/KEPALA DESA MANGUNLEGI :

  1. GATHO ( 1919 – 1937 )
  2. MADIN ( 1937 – 1950 )
  3. KUDASI ( 1950 – 1964 )
  4. SUDADI ( 1964 – 1989 )
  5. PRAMONO ( 1989 – 1998 )
  6. HARTI ( 1998 – 2008 )
  7. SUGIYARTO ( 2008 – 2014)
  8. SUGIYARTO ( 2015 – sekarang )
Facebook Comments