Pada musim kemarau, sebagian petani desa mangunlegi menanam jagung hibrida

Mangunlegi: Selasa, 15 September 2020.

Jagung menjadi salah satu tanaman pilihan Petani di Desa Mangunlegi ketika mengolah lahan sawah pada 3 kali massa tanam. Pada massa tanam pertama, biasanya semua Petani di Desa Mangunlegi memilih padi untuk ditanam. Pada massa tanam kedua sebagian petani menanam padi, sebagian lagi menanam jagung dan sebagian lagi menanam tanaman lainnya. Seperti: semangka, ketela, kacang hijau, tomat, cabe dan ubi. Pada massa tanam ketiga, sebagian besar petani Desa Mangunlegi mayoritas tidak mengolah lahan sawah mereka.

 

Semua Petani Desa Mangunlegi bergantung pada hujan sebagai sarana pengairan. Sementara pada musim kemarau embung Desa Mangunlegi mengalami kekeringan. Sehingga pada musim kemarau sebagian besar Petani di Desa Mangunlegi memilih tidak menggarap sawahnya. Mereka takut, tidak bisa mengairi sawah yang telah ditanaminya. Hal ini lah yang menjadi alasan utama para Petani berhenti pada masa tanam ketiga.

Namun berbeda halnya dengan Ibu Sarisih. Beliau pada massa tanam ketiga memilih menaman Jagung pada lahan sawah yang diolah. Jagung Kuning hibrida merek dagang Pioneer menjadi pilihannya. Lahan Sawah yang mempunyai luasan 2500 m2 membutuhkan 3 kilogram bibit jagung. Harga bibit Jagung Pioneer Rp. 95.000,- perkilogram.

Ibu Sarisih mengatakan, saya menanam Jagung karena memang memerlukan kegiatan pada massa Pandemi Covid-19. Daripada menganggur dan tidak bisa kemana-mana dengan tenang. Saya lebih memilih menanam jagung sehingga saya mempunyai kegiatan yang bermanfaat.

Pengolahan lahan jagung tidaklah semudah itu, harus memenuhi beberapa hal, itulah yang diungkapkan Sarisih, Petani Jagung, diantaranya :

  1. Lahan harus mengandung unsur hara yang banyak dan subur
  2. pH yang sesuai untuk menanam jagung adalah 5,6 – 7,7
  3. Saat membuat bedengan, lahan ditebarkan pupuk organik di sekitarnya.

Jagung Ibu Sarisih dengan Umur 79 hari

Waktu panen jagung di pengaruhi oleh jenis varietas yang ditanam, ketinggian lahan, cuaca dan derajat masak. Umur panen jagung umumnya sudah cukup masak dan siap dipanen pada umur 7 minggu setelah berbunga.

Pemanenan dilakukan apabila jagung cukup tua yaitu bila kulit jagung sudah kuning. Pemeriksaan dikebun dapat dilakukan dengan menekankan kuku ibu jari pada bijinya, bila tidak membekas jagung dapat segera dipanen.

Jagung yang dipanen prematur butirannya keriput dan setelah dikeringkan akan menghasilkan butir pecah atau butirnya rusak setelah proses pemipilan. Apabila dipanen lewat waktunya juga akan banyak butiran jagung yang rusak.

Pemanenan sebaiknya dilakukan saat tidak turun hujan sehingga pengeringan dapat segera dilakukan. Umumya jagung dipanen dalam keadaan tongkol berkelobot (berkulit).

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan