Penggunaan Mesin Panen Padi Tradisional Masih Diminati

Mangunlegi, 27 Juni 2020

Warga Desa Mangunlegi yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, ketika musim panen padi datang, masih menggunakan mesin perontok padi tradisional untuk memanen padi mereka. Walaupun menggunakan mesin yang masih tradisional namun cara ini cukup efektif untuk memisahkan biji padi. Sebenarnya, menggunakan mesin tradisional, memiliki kelebihan dan keuntungan ungkap salah satu petani yaitu Haryono.

Kelebihan dari mesin tradisional ini adalah cukup bersih dalam memisahkan biji padi daripada mesin modern dan kekurangannya adalah waktu yang diperlukan cukup lama karena harus memisahkan jerami yang ikut dengan biji padi menggunakan ayakan. Walaupun harga sewa mesin cukup murah namun harga untuk mengupah buruh tani cukup mahal, tambahnya.

Ketika menggunakan mesin tradisional, Petani perlu memotong tanaman padi terlebih dahulu kemudian diangkut dekat mesin, barulah dipisahkan dengan cara dipukul-pukulkan ke mesin yang hidup. Sedangkan petani yang menggunakan mesin modern ( tleser ) tidak perlu memotong tanaman padi dahulu.

Penggunaan Tleser juga diminati, namun biji padi yang ikut rontok dengan daun yang telah digiling di tleser juga cukup banyak.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan