Kincir air, tehnologi sederhana yang tepat guna

Mangunlegi: Minggu, 30 Mei 2021.

mangunlegi-batangan.desa.id. Desa Mangunlegi adalah salah satu sentra produsen garam di Kabupaten Pati. Mayoritas perokonomian penduduknya tergantung dengan komoditas ini. Dan memasuki bulan kemarau ini para petani garam sudah mempersiapkan lahan garamnya. Selain itu para petani garam juga mempersiapkan prasarana penunjang pembuatan garam. Salah satunya adalah memasang kincir air, tehnologi sederhana yang terbukti meringankan tenaga dan menghemat waktu serta biaya petani garam.

Pemasangan kincir air di tambak garam.

Kincir air atau dalam bahasa petani garam Mangunlegi disebut ” titiran” adalah alat yang berfungsi untuk memompa atau memindahkan air laut. Biasanya alat ini di pasang di tepi kolam penampungan atau “wadukan” yang berguna untuk memompa air laut kemudian di tampung di kolam penampungan/ wadukan.

Kincir air ini juga di pasang di antara meja garam yang berfungsi memindahkan air garam dari satu meja ke meja lainnya. Alat penggerak kincir air/ titiran ini murni menggunakan tekanan angin, sehingga lebih hemat dan lebih praktis.

Alat bantu petani sebelum ada kincir air.

Dulu sebelum ada kincir air, petani garam menggunakan eboran untuk memindahkan air dari dan ke kolam penampungan atau meja garam. “Eboran adalah sepotong bambu yang ujungnya dikasih pegangan, dan ujung yang satu lagi di pasang ember untuk mengambil air laut/ air garam. Alat ini sangat menyita waktu dan tenaga petani garam, sehingga tidak efektif.

Kincir air yang sangat membantu pekerjaan petani garam.

Saat ini harga kincir air di Desa Mangunlegi sekitar Rp. 1.500.000. Walaupun harganya terhitung agak mahal, tapi manfaatnya jauh lebih tinggi dari harga nominalnya. Lagipula kincir angin ini bisa bertahan sampai bertahun-tahun, tergantung dengan perawatannya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan