Budidaya udang vaname merupakan usaha yang menjanjikan di tengah pandemi covid-19

Mangunlegi: Jum’at, 11 September 2020

Budidaya udang Vaname merupakan bisnis yang menjanjikan. Udang Vaname adalah udang yang tinggal di kawasan sub-tropis. Udang ekspor ini jika dibudidayakan di Indonesia memiliki prospek yang bagus. Banyak kelebihan yang dimiliki udang Vaname. Daging yang empuk dan enak, proses budidaya yang relatif cepat. Dengan demikian keuntungan akan semakin cepat didapatkan. Dan perputaran modalpun semakin cepat.

Udang vaname yang baru dipanen dari Lahan tambak Bapak Bardi

Penduduk Desa Mangunlegi mayoritas sebagai petani tambak. Namun sebagian besar lahan tambak mereka dipergunakan sebagai budidaya Ikan Bandeng dan garam. Hampir 80% lahan tambak dijadikan lahan pembuatan garam dan budidaya ikan bandeng. Petani beranggapan bahwa budidaya ikan bandeng dan garam lebih mudah daripada budidaya udang vaname. Selain itu, biaya produksi yang dikeluarkan juga relatif murah. Anggapan itulah yang menyebabkan mayoritas petani tambak di Desa Mangunlegi lebih suka budidaya ikan vaname dan garam.

Udang Vaname yang ditempatkan pada Blung

Akan tetapi petani yang tambaknya dekat dengan laut lebih memilih budidaya udang vaname. Alasannya sirkulasi air lebih terjamin, sebab udang vaname membutuhkan sirkulasi air yang bagus. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Bapak Bardi ( 45th ) lebih memilih budidaya udang vaname daripada membuat garam.

Selain alasan tersebut, alasan yang paling utama karena saat ini harga garam KW1 cuma Rp. 300,- per kilo. Harga tersebut bukan merupakan harga pada masa pertengahan panen. Namun harga tersebut terjadi pada awal panen. Biasanya pada awal panen harga garam mencapai Rp. 800,- per kilogram. Mengingat letak lahan tambak Bapak Bardi terdapat di dekat pantai, sehingga biaya transportasi untuk pengangkutan sangat besar. Jika di lahan tambaknya dipergunakan untuk membuat garam maka tidak sebanding dengan biaya produksi.

 

Proses pemanenan udang vaname

Sehingga budidaya udang vaname menjadi pilihan Bapak Bardi. Jum’at, 11 September 2020, Bapak Bardi memanen udang vanamenya. Luasan lahan tambak Bapak Bardi sebesar 0,6 ha. Dengan luas lahan tambak tersebut, ditaburi benih sebanyak 40.000 ekor. Pada saat panen mampu menghasilkan 190 kilogram udang vaname. Harga udang vaname Bapak Bardi mencapai nilai jual Rp. 75.000,- per kilogram. Sehingga Hasil panen udang vaname Bapak Bardi adalah Rp. 14.250.000,-.

Pada saat panen umur udang vaname Bapak Bardi baru 2 bulan. Dengan masa panen tersebut telah menghabiskan 2 sak pakan udang. Harga 2 sak pakan udang vaname mencapai kurang lebih Rp. 800.000,-. Walaupun masih menggunakan cara tradisional, namun hasil panen udang vaname Bapak Bardi dapat mencapai hasil yang maksimal.

Bapak Bardi mengatakan bahwa kedepannya, jika dia telah memiliki modal, dia akan beralih dari cara tradisional ke cara budidaya udang vaname secara modern.  

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan