Petani Garam Mulai Beralih Menggunakan Plastik Geomembrane Untuk Produksi

Mangunlegi, 1 Agustus 2020.

Petani tambak garam di Desa Mangunlegi mulai menggunakan plastik geomembrane untuk produksi garam mereka. Penggunaan plastik geomembrane ini dilakukan dengan alasan untuk meningkatkan produksi garam. Petani yang memiliki lahan produksi garam sebesar 9 X 30 meter biasanya dapat memanen garam hingga 1.500 – 2.000 kilogram. Dengan menggunakan plastik geomembrane hasil produksi garam dapat mencapai 3.000 – 3.500 kilogram.

Selain tujuan tersebut, pasalnya dengan menggunakan pastik geomembrane dapat meningkatkan harga jual garam petani. Hal ini terjadi karena penggunaan plastik geomembrane dapat menjadikan garam lebih putih dari pada menggunakan tanah saja. Sekarang ini harga garam yang baru dipanen dari tambak yang tidak mengunakan plastik geomembrane seharga Rp.200,- hingga Rp.300,- perkilogram. Petani yang mulai beralih menggunakan plastik geomembrane, harga jual garamnya meningkat Rp. 25,- perkilogram.

 

Pemasangan Plastik Geomembrane pada lahan produksi garam

Walaupun menggunakan plastik geomembrane mempunyai banyak kelebihan, di sisi lain juga mempunyai kekurangan. Harga plastik yang mahal turut dikeluhkan petani. Jika harga garam murah, penggunaan plastik menjadi tidak sebanding. Petani dapat merugi, karena biaya produksi yang terlalu besar. Harga plastik geomembrane dengan ukuran 100 X 8 meter ketebalan 3 mikron dapat mencapai Rp. 10.000.000,-.

Selain itu, jika musim kemarau juga terdapat curah hujan yang mengiringi, penggunaan plastik mempersulit petani. Hal ini dapat terjadi karena di bawah lahan produksi yang dilapisi oleh plastik bisa tergenang oleh air dan menyebabkan produksi garam gagal. Petani harus melepaskan plastik terlebih dahulu dan mengeringkan lahan produksi hingga siap dipasangi plastik lagi. Proses ini tentunya memerlukan waktu yang lebih lama dari menggunakan tanah seperti pada umumnya.

 

Lahan produksi garam yang menggunakan tanah

Walaupun harga plastik geomembrane mahal, namun plastik ini dapat dipergunakan tidak hanya semusim saja.

Marsana salah satu petani tambak yang menggunakan plastik geomembrane mengatakan bahwa “saya mulai beralih menggunakan plastik geomembrane karena harga garam dan hasil produksi dapat meningkat.”

“Harapan saya, Harga garam pun seiring berjalannya waktu meningkat pula. Sehingga dapat mengganti biaya pengeluaran untuk membeli plastik ini.” Tambahnya. (1/08/2020)

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan